Bersama Melindungi Masa Depan Anak
Ketahanan
dan harmonisasi keluarga sangat penting sebagai salah satu upaya
melindungi dunia anak-anak di Jateng. Sebab, di era saat ini banyak
persoalan kekerasan yang mengancam keberadaan anak-anak sangat kompleks.
Ancaman dari pengaruh teknologi, kekerasan seksual, kekerasan fisik
sampai aksi bullying.
“Anak-anak
merupakan aset berharga untuk masa depan. Jadi harus dilindungi dengan
maksimal hak-haknya agar menjadi generasi emas,” kata Sekretaris Komisi E
DPRD Jawa Tengah, Abdul Hamid saat mengisi acara Dialog Bersama
Parlemen “Melindungi dan Mensejahterakan Anak” di Hotel Quest, Semarang.
Ia
menambahkan, ancaman terhadap anak harus diantisipasi sejak dini. Hal
itulah yang membuat DPRD Jateng sudah membuat Perda No 2 Tahun 2018
tentang Ketahanan Keluarga. Itu sebagai paying hukum, agar ketahanan
keluarga benar-benar bias terwujud di Jateng. Ia terus mendesak agar
Pemprov dan pemerintah daerah bias memaksimalkan perannya dalam membuat
kebijakan ramah anak. “Jika keluarga harmonis, tentu anak akan merasa
nyaman dan terlindungi. Sehingga anak lahir menjadi generasi emas,”
ujarnya.
Politisi
PKB ini mengajak seluruh elemen masyarakat bias berperan dalam
melindungi dan mensejahterakan anak-anak. Terutama keluarga yang setiap
hari dekat dan berinteraksi dengan anak. Selain itu juga harus bisa
menciptakan lingkungan ramah anak-anak. “Harus ada proteksi, karena anak
sangat rentan dengan kekerasan atau lainnya. Keluarga harus menjadi
orangtua, sahabat dan teman bagi anak agar mereka merasa terlindungi,”
tambahnya.
Abdul
Hamid meminta agar masyarakat bisa lebih terbuka dan tidak tertutup.
Jika ada masalah, tak ada salahnya untuk meminta pendapat dari orang
lain. Dengan begitu, bias dicarikan solusi dan rumah tangga akan semakin
harmonis. Selain itu, pendidikan moral sangat penting agar keluarga
tetap harmonis. “Jika keluarga harmonis, maka anak-anak akan tumbuh
dengan bahagia dan bis
Plt
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian
Penduduk dan KB Provinsi Jawa Tengah, Sri Winarna mengatakan, melindungi
anak menjadi sebuah keharusan. Bahkan, untuk bullying jangan
sampai melanda anak-anak karena efeknya secara psikologis sangat
besar.”Ayo bersama lindungi anak-anak kita dari segala bentuk kekerasan
sekecil apapun,” katanya.
Ia
menambahkan, berbagai aksi kekerasan sekarang mengancam anak-anak di
Jateng. Seperti aksi kekerasan seksual, kekerasan fisik, sampai aksi bullying yang
kerap terjadi. Kekerasan fisik dan seksual misalnya justru pelakunya
selalu orang terdekat.”Berarti kan ada masalah di lingkungan tersebut.
Makanya harus ada upaya dan komitmen bersama,” tambahnya.
Dalam
hal ini, keluarga berperan penting untuk melindungi dan mesejahterakan
anak. Keluarga yang sering menjadi tempat ngobrol dan berdiskusi. Selain
itu, penguatan agama harus dikuatkan agar bisa membentengi anak-anak
kedepan. “Pencegahan harus dilakukan bersama dan tak bisa jalan sendiri.
Karena jika semua bareng akan lebih mudah melindungi anak-anak dari
segala macam kekerasan,” tambahnya. (adv/fth/bas)

Komentar
Posting Komentar